Profil

Tampilkan postingan dengan label Desa Sukanagara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa Sukanagara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

Keadaan Sosial Nasyarakat

Sosial Masyarakat
  Sikap dan mental masyarakat desa Sukanegara baik karena tidak ada pungutan liar dari anak gelandangan di sudut jalan, pemerasan, mengeluhkan memburuknya kualitas pelayanan kepada masyarakat, ataupun tidak menolerir perbedaan etnis, agama dan kelompok kepentingan lain.
    Berdasarkan etos kerja penduduk desa Sukanegara memiliki wilayah desa yang luas, lahan dikelola dengan baik oleh pemiliknya, lahan pekarangan dimanfaatkan, rendahnya jumlah petani yang gagal tanam/panen. Warga desa banyak yang mencari kerja di luar desa baik yang masih dalam wilayah kabupaten/kota maupun di kota besar lainnya. Tidak ada masyarakat yang menuntut ke kantor kepala desa untuk kebutuhan dasar sembilan bahan pokok pada saat kelaparan atau kekeringan. Kebiasaan pemotongan hewan dalam jumlah besar untuk pesta adat dan perayaan upacara tertentu rendah.
Kebiasaan masyarakat berdemonstrasi/protes terhadap kebijakan pemerintah rendah. Kebiasaan masyarakat terprovokasi karena isu-isu yang menyesatkan jarang.
Kebiasaan masyarakat bermusyawarah untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial kemasyarakatan tinggi. Tidak ada masyarakat yang diam/masa bodoh/apatis ketika ada persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Kebiasaan aparat pemerintahan desa/kelurahan terlebih di tingkat RT, RW, dusun dan lingkungan yang kurang menanggapi kesulitan yang dihadapi masyarakat rendah.

Keadaan Pemerintahan Desa Sukanagara



   
Dalam lembaga kemasyarakatan, ada keberadaan organisasi Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan/LK/ LKD. Kepengurusan lembaga tersebut aktif. Ada kepengurusan LKMD/LPM yang aktif. Ada kepengurusan PKK yang aktif. Ada kepengurusan karang taruna yang aktif. Ada kepengurusan RW yang aktif .
Ada kepengurusan BUMDES yang aktif. Ada forum komunikasi kader pemberdayaan masyarakat tetapi tidak aktif. Ada posyandu yang kepengurusannya aktif. Ada kelompok tani yang kepengurusannya aktif. Ada organisasi perempuan. Ada organisasi pemuda yang kepengurusannya aktif. Ada kelompok gotong royong yang kepengurusannya aktif.
Berdasarkan pertanggunganjawaban kepala desa/lurah, ada penyampaian aboran keterangan pertanggungan, aboran kepala desa dan aboran BPD. Status laporan pertanggungjawaban kepala desa diterima. Laporan kinerja penyelenggaraan tugas, wewenang, kewajiban dan hak kepala desa dan lurah kepada bupati/walikota diterima.
Desa Sukanegara memiliki prasarana dan adminstrasi pemerintahan desa/kelurahan. Terdapat gedung kantor, jumlah ruang kerja 6 ruang, balai desa/kelurahan/sejenisnya dalam kondisi baik, listrik, air bersih, namun tidak ada telepon. Inventaris dan alat tulis kantor terdapat 1 buah mesin tik, 11 buah meja, 53 buah kursi, 1 buah lemari arsip, 1 unit computer, 1 kendaraan dinas lurah/kepala desa, buku data perangkat desa/kelurahan terisi, perangkat desa/kelurahan lengkap, buku peta wilayah desa/kelurahan, struktur organisasi, kartu uraian tugas.

Dalam administrasi pemerintahan desa/kelurahan adanya buku profil desa/kelurahan yang diolah, buku data dan peraturan desa/daerah terisi, buku keputusan kepala desa/lurah terisi, buku administrasi kependudukan terisi, buku data inventaris terisi, buku data aparat terisi, buku data tanah milik desa/ tanah kas desa/ milik kelurahan terisi, buku administrasi pajak dan retribusi terisi, buku agenda ekspedisi tidak terisi, buku profil desa/kelurahan terisi, buku data induk penduduk terisi, buku rekapitulasi jumlah penduduk akhir bulan terisi, buku registrasi pelayanan penduduk terisi, buku data penduduk sementara terisi, buku anggaran penerimaan terisi, buku anggaran pengeluaran pegawai dan pembangunan terisi, buku kas umum, buku kas pembantu penerimaan terisi.
Prasarana dan  sarana Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terdapat ruangan kerja dalam kondisi baik, listrik ada, air bersih dan telepon tidak ada.

Kehidupan Politik di Desa Sukanagara

Politik
         Berdasarkan pemilihan kepala daerah, terdapat 2250 orang penduduk yang mempunyai hak pilih. Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilu bupati/walikota lalu ada 2000 pemilih. Jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih dalam pemilu gubernur yang lalu ada 1100 pemilih. 
     Dalam permasalahan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan dan pelestarian hasil pembangunan, jumlah masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan fisik di desa dan kelurahan sesuai hasil Musrenbang yaitu 75%. Jumlah penduduk yang dilibatkan dalam pelaksanaan proyek padat karya oleh pengelola proyek yang ditunjuk pemerintah desa/kelurahan atau kabupaten/kota sekitar 50%. Ada 75% usulan pemerintah desa yang disetujui menjadi rencana kerja desa/kelurahan. Ada 75% usulan rencana kerja program dan kegiatan dari pemerintah kabupaten/kota/provinsi dan pusat yang dibahas saat musrenbang dan disetujui untuk dilaksanakan di desa dan kelurahan oleh masyarakat. Ada penyelenggaraan musyawarah desa/kelurahan untuk menerima, memelihara dan melestarikan hasil pembangunan yang sudah ada. Terdapat pelaksanaan kegiatan dari masyarakat untuk menyelesaikan atau menindaklanjuti kegiatan yang belum diselesaikan oleh pelaksana sebelumnya.
      Di semangat kegotongroyongan penduduk, jumlah kelompok arisan ada 4 buah. Jumlah penduduk yang menjadi orang tua asuh ada 1 orang. Desa Sukanegara memiliki dana sehat serta kegiatan gotong royong atau sambatan/sejenisnya dalam pembangunan rumah, pengolahan tanah, pembiayaan pendidikan anak sekolah/kuliah/kursus, pemeliharaan fasilitas umum dan fasilitas sosial/ prasarana dan sarana, pemberian modal usaha, pengerjaan sawah dan kebun, menjaga ketertiban, ketentraman dan keamanan, dalam peristiwa kematian, menjaga kebersihan desa/kelurahan, membangun saluran air, pemberantasan sarang nyamuk  dan kesehatan lingkungan, kerjasama antar desa/kelurahan, penyelesaian perselisihan antar desa/kelurahan, menolong keluarga tidak mampu dan fakir miskin di desa dan kelurahan, penanggulangan bencana, pelaksanaan kegiatan bulan bhakti dan gotong royong, dan kegiatan kepala desa sebagai hakim perdamaian desa.
Masyarakat secara aktif melakukan adat istiadat dalam perkawinan, kelahiran anak, upacara kematian, pengelolaan hutan, memecahkan konflik warga, menjauhkan bala penyakit dan bencana alam, memulihkan hubungan antar semesta dengan manusia dan lingkungannya serta penanggulangan kemiskinan bagi keluarga tidak mampu/fakir/miskin/terlantar.

Pendidikan di Desa Sukanagara




Tingkat pendidikan di Desa Sukanagara pada usia 3-6 tahun yang belum masuk TK, laki-laki berjumlah 111 anak, perempuannya berjumlah 210 anak. Usia 3-6 tahun yang sedang TK/Playgroup laki-laki berjumlah 35 orang, dan perempuannya berjumlah 65 orang. Usia 7-18 ahun yang sedang bersekolah : laki-laki berjumlah 620 orang, perempuan berjumlah 120 orang. Usia 18-56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat, laki-laki berjumlah 450 orang dan perempuan berjumlah 320 orang. Tamat SD/sederajat laki-laki 120 orang, perempuan 80 orang.

SDN Sukanagara II




Tamat SMP/sederajat laki-laki berjumlah 90 orang, dan perempuan 120 orang. Tamat SMA/sederajat 70 orang laki-laki dan 40 orang perempuan. Tamat D2/sederajat ada berjumlah 3 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Tamat D3/sederajat 4 orang laki-laki, perempuan tidak ada. Tamat S1/sederajat ada 9 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Tamat S2/sederajat ada 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan

Potensi Air di Desa Sukanagara



Potensi Air       
   Potensi air dan sumber daya air bermacam-macam. Antara lain, pada potensi sungai debitnya sedang, danau nya memiliki volum sedang, debit mata air nya sedang, volume bendungan kecil, volume embung-embung (kolam penampungan) kecil, dan jebakan air bervolume kecil.
      Kemudian perihal sumber air bersih pada jenis mata air yang berjumlah 1 unit dimanfaatkan oleh 60 kepala keluarga, terdapat 640 sumur gali yang dimanfaatkan oleh 640 kepala keluarga yang memiliki kondisi yang baik, jenis pipa berjumlah 1 unit yang dimanfaatkan oleh 120 kepala keluarga dan berkondisi sedang, terdapat satu sungai yang dimanfaatkan oleh 200 kepala keluarga yang berkondisi sedang, kemudian terdapat pula depot isi ulang yang berjumlah 3 unit yang dimanfaatkan 600 kepala keluarga. 
            Kualitas air minum didesa ini dapat dijabarkan, mata air kondisinya baik, sumur gali kualitasnya baik, pipa baik, dan sungai juga baik kualitasnya.
Desa ini memiliki dua buah sungai yang kondisinya tidak tercemar, tetapi pendangkalan atau pengendapan lumpurnya tinggi, airnya tidak keruh, dan berkurangnya biota sungai dan tidak mengalami kekeringan.
Desa ini memiliki rawa yang hanya digunakan untuk irigasi. Dan desa ini juga tidak memiliki danau sehingga tidak ada pemanfaatan yang dilakukan. Sumber air panas juga tidak terdapat didesa ini. Kualitas udara di desa ini juga baik dan tidak tercemar.

Kesehatan di Desa Sukanagara



         Di desa sukanagara masalah kesehatan ditangani oleh seorang mantri bernama Pak Nanang dan seorang bidan bernama Bu Yani. Posyandu di desa sukanagara diselenggarakan satu bulan sekali di sepuluh RW yang ada di desa ini. Sayangnya kegiatan posyandu ini belum bisa dimanfaatkan maksimal oleh warga karena masih rendahnya kesadaran warga untuk memeriksakan kandungan ataupun kesehatan balitanya setiap bulan di posyandu. Perjuangan ibu bidan untuk menjangkau setiap RW di desa sukanagara ini pun terkesan sia-sia. 

         Persalinan di desa ini juga masih banyak yang ditangani oleh dukun beranak atau yang terkenal dengan sebutan paraji, tentunya dengan resiko kelahiran yang lebih tinggi terutama infeksi. Padahal sebenarnya di desa ini sudah masuk program JAMPERSAL yang menjamin persalinan gratis oleh tenaga kesehatan (bidan), namun warga banyak yang masih malas hanya untuk sekedar mengurus KK dan KTP yang dibutuhkan untuk program ini. Dari data yang ada persalinan di desa sukanagara yang ditolong oleh tenaga kesehatan belum mencapai 50% yaitu sekitar 43%, namun jumlah ini masih termasuk baik jika dibandingkan dengan desa-desa tetangga. 

            Beruntungnya Bu Yani, ibu bidan Desa Sukanagara, memiliki dedikasi yang tinggi untuk desa ini. Beliau rela berjalan jauh menyusuri setiap RW di desa hanya untuk menyelenggarakan posyandu dan memberikan penyuluhan kepada warga. Lokasi desa yang cukup jauh dari kota pun menambah kesulitan persalinan khususnya jika ada persalinan dengan komplikasi dan harus dirujuk. Pernah ada satu persalinan dengan pendarahan dan harus dirujuk, karena menuju garut kota sangat jauh, ibu yang melahirkan pun tidak sempat tertolong dan meninggal saat angkutan mencapai daerah Cikajang. 

              Kami pernah sekali diajak oleh ibu yani untuk melihat persalinan di RW 1 yang letaknya cukup jauh dari tempat kami menetap (lebih jauh lagi jika diukur dari rumah Ibu Yani). Peristiwa itu sulit untuk kami lupakan, pengalaman yang sangat membekas bagi kami. Beberapa dari kami baru pertama kali melihat langsung proses melahirkan dan dari situ kami tau perjuangan melahirkan yang ternyata memang sulit namun indah....sulit diungkapkan dengan kata-kata. Beruntungnya saat itu persalinan berjalan dengan lancar dan normal.. 

Desaku Desa Sukanagara


Desa Sukanagara yang luasnya 1080 ha terletak di kecamatan Cisompet kabupaten Garut dan berbatasan dengan 4 wilayah. Batas sebelah Utara adalah Desa Sukamukti, batas sebelah Selatan adalah Desa Depok, batas sebelah Barat adalah Desa Panyindangan, dan batas sebelah Timur adalah Desa Lihaur Kuning.

Desa dengan jumlah penduduk sebanyak 4209 jiwa ini terletak di ketinggian 1700 m dari permukaan laut dengan curah hujan 55mm/th dan suhu udara 30°C.  Desa Sukanagara ini terletak 7 km dari Kecamatan Cisompet. 80 km jarak terbentang i Kota Negara Republik Indonesia, kurang lebih 240 km.

Setiap wilayah tentu memiliki potensi alam masing-masing. Desa Sukanagara dianugrahi potensi yang luar biasa dalam bidang pertanian dan perkebunan, diantaranya pada bidang pangan padi sawah, padi ladang, dan ubi kayu menjadi tanaman pangan mayoritas di Desa Sukanagara. Jenis komodits buah-buahan yang dibudidayakan adalah pisang. Sedangkan untuk komoditas perkebunan yang utama di desa ini adalah kelapa, karet dan cengkeh. Pada bidang peternakan, kerbau menjadi komoditas yang unggul di desa ini.

Ada empat sumber air bersih di desa ini, yakni mata air, 326 unit sumur gali, sumur resapan air rumah tangga (627 unit), dan sungai. Sumber air bersih ini memiliki kualitas tersendiri diantaranya kualitas baik bagi mata air, dan kualitas tercemar dan pendangkalan untuk sungai. Di desa ini terdapat 2 buah sungai yang salah satunya bernama Sungai Cikaso.

Selain sumber daya alam tentunya ada sumber daya manusia yang dimiliki oleh desa ini.  Dari segi pendidikan, rata-rata penduduk di desa ini merupakan tamatan SD (588 orang), SMP (304 orang), SMA (136 orang), D-1 (14 orang), D-2 (16 orang), D-3 (4 orang), dan S-1 (11 orang). Mata pencaharian pokok warga desa ini adalah buruh tani sebanyak 632 orang yang rata-rata berusia 18-56 tahun. Semua penduduk Desa Sukanagara ini beragama Islam dan merupakan warga Negara Indonesia dan mayoritas adalah etnis Sunda.

Dalam bidang kelembagaan Desa Sukanagara memiliki lembaga pemerintahan desa yakni kelurahan atau Kantor Desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa), LKD/LKK (Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan) yang terdiri dari LKMD, LPMD, PKK, RW (10 RW) , RT (30 RT), Karang Taruna, Kelompok Tani, Organisasi Keagamaan, dan Kelompok Gotong Royong.  Lembaga politik yang terdiri dari Partai Golkar, PDIP, PPP, dan PAN. Lembaga ekonomi yang terdiri dari Koperasi Simpan Pinjam, Industri Material Bahan Bangunan, Usaha Jasa Pengangkutan, Toko kelontong, Usaha perkebunan, Pengolahan kayu, Pengecer gas dan bahan bakar minyak, Usaha jasa keterampilan.

Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Sukanagara diantaranya adalah pendidikan formal dan formal keagamaan. Pendidikan formal diantaranya TK tingkat desa, 4 SD Negeri, SMP, SLB Swasta. Sementara pendidikan formal keagamaan hanya satu yaitu Sekolah Islam Ibtidaiyah dengan status di bawah yayasan tertentu.

Lembaga Keagamaan di desa ini terdiri dari Hansip, Linmas, Satpam Swakarsa, Trantiblinmas.

Mobilisasi ke desa ini dapat dilakukan melalui jalan darat dengan jalan aspal, jalan macadam, dan jalan tanah. Sarana transportasi darat melalui bus umum, truck umum, angkutan per desa atau kelurahan, dan ojeg. Sarana komunikasi dan informasi warga kebanyakan adalah TV dan Parabola. Prasarana peribadatan diantara adalah 9 masjid dan 17 langgar atau mushola. Sarana olah raga di desa diantaranya adalah 2 lapangan sepak bola, 3 meja ping-pong, 5 lapangan voli. Sarana dan Prasarana kesehatan diantaranya adalah 1 puskesmas pembantu, 9 posyandu, 1 balai kesehatan ibu dan anak, 3 orang dukun bersalin terlatih, dan 1 orang bidan. Prasarana energy dan penerangan diantaranya adalah listrik PLN, lampu minyak tanah, kayu bakar.